Tags

, ,


Title : BEGIN Part 9
Author : Pianpo
Genre : Yuri, Drama, Romance, Crime, Mystery, Thriller

603899_223787141117357_57777762_nMain Cast :
- Ham Eunjung
- Park Hyomin
Other Cast :
- T-ara member
- Girls’ Generation
- Park Gyuri
Lenght : Series

Songlist :
Jessica Jung “Heart Road”
Park Jiyeon “Together”

Desclaimer
This is just fanfiction and for fun
about imagination and dream
—————

-Author POV-

Hyomin masih terbaring di ranjang rumah sakit, kondisinya sudah sedikit membaik hanya perlu waktu untuk diperbolehkan kembali ke dorm, baginya sakit seperti ini adalah hal yang paling dibencinya. Hyomin sedikit bosan berada di ruangan rumah sakit sendiri, membernya sedang berlatih untuk album T-ara, sementara Hyomin sendiri di rumah sakit.

CEKLEKKK

Dia membuang pandangannya ke pintu masuk, tersenyum dengan lebar saat mendapati teman dari group lain datang, dia memilih bersandar di ranjangnya.

“Hyominnie” teriak sahabat karibnya dan segera dia meletakan buah tangan yang dibawanya, selanjutnya memeluk Hyomin “ Maaf kami baru bisa datang menjengukmu” katanya seraya melepas pelukan mereka.

“Tidak apa, aku tau jadwal kalian juga sama padatnya, thanks kalian sudah datang kemari itu membuatku senang” Hyomin sedikit membungkukan badannya dan tersenyum ramah.

“Oh iya, salam dari memberku yang lain, mereka tidak bisa datang namun mereka mendoakanmu agar lekas sembuh” ucap sahabatnya itu sembari duduk disamping ranjang.

“Sampaikan ucapan terimakasihku Tiff untuk membermu” sebuah senyum dan anggukan sebagai jawaban dari Tiffany.

“Ehemmm…kau bertemu Tiffany hingga melupakanku Hyomin?” Tiffany terkekeh melihat temannya bertingkah seperti anak kecil dihadapan Hyomin. Hyomin tersenyum pada satu temannya lagi, tidak berbeda dengan Tiffany yang memberikan sebuah pelukan, dia pun sama memeluk Hyomin “Get Well Soon buddy, lama tidak jumpa justru mendengarmu sakit”.

“Gomawo Sunny-ah”.

“Ya ya ya sudah pelukannya, kau akan mati segera Bunny jika kekasihnya datang” Jessica melepas paksa pelukan Hyomin dan Sunny, membuat Tiffany makin terkekeh, Jessica juga sama memeluk Hyomin. “Bagaimana keadaanmu sekarang?”.

“Aku sudah baikan Jess, hanya masih belum diperbolehkan pulang”. Jessica memilih duduk di ranjang Hyomin kali ini.

CEKLEKKK

Pintu kembali terbuka, pandangan mereka sama-sama tertuju pada pintu masuk. Berbeda dengan ketiga temannya yang memberi sebuah senyuman pada dua orang yang datang, Hyomin hanya melempar senyum pada kekasih Tiffany.

“Aku bertemu dengan Gyuri-ssi di parkiran jadi sekalian kami bersama, Hey Hyomin-ssi cepat sembuh ne” Taeyeon mendaratkan pipinya ke kedua pipi Hyomin.

“Gomawo Taeyeon-ssi” jawabnya pada Taeyeon, Hyomin memandang ke arah Tiffany yang juga memandang Hyomin, seakan tau apa yang Hyomin inginkan Tiffany pindah duduk di sofa dan membiarkan Gyuri duduk di samping ranjang.

“Eunjung memberi kabar kalau kau dirawat di rumah sakit, aku baru bisa datang hari ini, cepat sembuh Hyomin” senyum Gyuri dan meletekan parcel buah di meja yang kemudian memeluk Hyomin.

“Ne Unnie gomawo” atmosfir kecanggungan antara Hyomin dan Gyuri mampu dirasa member girls’ generation, Taeyeon yang berdiri mengisyaratkan untuk pamit pada semua membernya namun hanya tatapan dingin dari Jessica dan helaan nafas dari Tiffany juga sebuah angkatan kedua pundak oleh Sunny pertanda dia tidak tau harus apa.

“Hey Hyomin apa kau sudah makan?” suara Sunny memecah keheningan yang terjadi sesaat di ruangan.

“Aku tidak lap-“

Belum selesai Hyomin berkata Sunny sudah memotongnya.

“Kau harus makan agar kau itu benar-benar mempunyai kekuatan dan cepat kembali ke dorm, cepat buka mulutmu” Sunny mengambil makanan yang dari tadi belum Hyomin sentuh sama sekali, memaksa Hyomin untuk memakan makanan yang siap meluncur ke mulutnya, tidak ingin mendengar protes dari temannya itu akhirnya dia membuka mulutnya dan mengunyah makanan rumah sakit.

“Ini tidak enak sama sekali” protesnya.

“Tapi kau harus makan dan itu wajib bagi orang sakit” Hyomin melirik sadis kearah Sunny yang terdengar meledeknya “Ayo lagi aaaa” Hyomin kembali menerima suapan Sunny. Jessica yang risih dengan perhatian Sunny menendang keras kaki membernya agar menghentikan suapannya namun Sunny mengacuhkan keinginan Jessica.

“Minnie maaf aku baru selesai latihan dan aku membawa-“ kotak makanan yang Eunjung bawa terjatuh saat dia membuka pintu kamar Hyomin yang juga mendapati kekasihnya sedang disuapi oleh Sunny. Tiffany yang duduk di sofa tidak jauh dari pintu masuk dengan segera mengambil kotak makanan yang masih terbungkus dengan plastik putih. “Oh maaf aku tidak tau ada kalian, annyeong” Eunjung mengambil kotak makanan itu dari tangan Tiffany “Gomawo Tiff”.

“Annyeong Eunjung-ssi” sapa Taeyeon, dia berusaha mengalihkan pandangan Eunjung ke arah Hyomin dan Sunny.

“Ne Annyeong, sudah lama kah?” tanya pada Taeyeon.

“Lumayan, tapi sekarang aku harus pamit, ada jadwal yang menungguku. Jessica Kajja” baik Jessica dan Tiffany menatap Taeyeon dengan kaget atas ajakan yang ditujukan hanya pada Jessica, Taeyeon memberi isyarat yang dimengerti Tiffany “Sunny, kau susul kami setelah selesai dan tidak lebih dari 5 menit. Aku tunggu di Lobby” Taeyeon menarik Jessica yang masih tidak mengerti apa maksud Taeyeon hanya mengajaknya. “Hyomin-ssi, kami pamit dulu. Gyuri-ssi kami duluan ne” Taeyeon dan Jessica berlalu dari ruang Hyomin.

“Baiklah aku harus pergi sekarang Hyomin-ah, jangan lupa makan yang banyak ne” Sunny meletakan kembali makanan di meja dan beranjak dari duduknya “Aku tidak ingin dua kali menjengukmu di sini, jadi jaga kesehatanmu” Hyomin memberikan senyum pada temannya sebelum Sunny pergi, ekor matanya memandang ke arah Eunjung yang masih berdiri sedari tadi “Eunjung-ssi aku pamit dulu” anggukan kecil sebagai balasan dari Eunjung.

“Hati-hati Sunny-ssi”.

“Hyominnie bisa aku bicara dengan Eunjung sebentar?” mohon Tiffany, Hyomin hanya menghela nafas karena tau apa yang akan Tiffany bicarakan dengan Eunjung dan tau mengenai keberadaan Gyuri, dia menatap tepat ke mata Eunjung sebelum memberi jawaban untuk Tiffany, 3 detik kemudian Hyomin mengangguk. Tiffany dan Eunjung keluar dari kamar, menyisakan Hyomin dan Gyuri yang dari tadi masih terdiam.

“Aku ingin minta maaf padamu mengenai hari itu” Gyuri akhirnya membuka suara. “Aku sangat membutuhkan Eunjung untuk melepas bebanku mengenai Nichole dan hanya Eunjung yang bisa membuatku tenang saat aku ada masalah dengan Nichole, aku tau kau tidak suka denganku namun kau perlu tau aku dan Eunjung hanya sahabat dan tidak lebih. Percaya padaku, hanya kau wanita yang sangat Eunjung cintai.” Hyomin menutup matanya mendengar perkataan Gyuri, menghela nafas sesekali dan kembali membuka matanya.

“Sudahlah Unnie, kau tidak perlu mengatakan hal itu. Kau tidak salah dan aku selalu mempercayainya, jadi Gyuri Unnie tidak usah mempersalahkan ini lagi. Tapi-“ Hyomin menggigit bibir bawahnya sebelum melanjutkan ucapannya “Apa yang kalian lakukan hari itu sehingga pulang sampai larut eoh? dan kenapa dia memelukmu erat Unnie? apa bisa kau jelaskan mengenai ini padaku?” Gyuri mendadak kaget dengan pertanyaan Hyomin.

“Kau- kau tau Eunjung memelukku???” Gyuri sedikit gusar, dia bingung harus berkata apa pada Hyomin, dilain pihak Eunjung sudah memberi taunya untuk tidak menceritakan yang mereka alami pada siapapun. “Dia menangis, dia bilang takut dan sangat takut, aku yakin dia takut mengenai hubungannya denganmu Hyomin-ah”.

“Takut mengenai hubungan kami?” Hyomin bertanya pada dirinya, namun diiyakan oleh Gyuri.

Eunjung POV

Aku sampai di kantin rumah sakit setelah mengikuti Tiffany yang akan mengajakku bicara, apa sebenarnya yang ingin dia bicarakan? apa mengenai Hyomin dan Sunny? ah iya, kenapa harus aku melihat mereka berdua? dan tidak aku pungkiri rasa itu masih saja datang jika aku melihat keakraban mereka berdua.
“Eunjung-ssi aku mewakili Sunny minta maaf atas apa yang kau lihat tadi, jangan berpikir yang tidak –tidak, mereka hanya berteman dan yang kau lihat tadi hanya perhatian seorang teman” aku paham kemana arah pembicaraan Tiffany.

“Arasso Tiff, aku sudah tidak ingin membahas ini dan aku percaya sepenuhnya pada Minnie, memang aku tidak menyukai membermu itu dalam artian aku memang cemburu dengannya saat Minnie sedekat itu, tapi kembali lagi mengenai kepercayaan, dia tetap mempercayaiku Tiff dan aku juga demikian. Kau juga kan selalu mempercayai kekasihmu itu?” aku sedikit menekankan kata mempercayai pada Tiffany dan dia hanya terkekeh menangkap maksudku, aku memang sudah tau kisah cintanya dari Hyomin.”Terimakasih sudah memperhatikan hubungan kami”.

“Sama-sama Eunjung-ssi, aku ikut senang jika hubungan kalian sudah membaik, dia tidak lagi merengek padaku seperti abg yang baru putus cinta hahaha” aku membayangkan apa yang dikatakan Tiffany, benarkah Hyomin seperti itu? memang kenyataannya dia seperti itu, tingkahnya yang tidak tau malu membuatku gemas sendiri hahaha aku tidak bisa menahan tawaku jika sudah membicarakan tingkah laku Hyomin “kalau begitu aku pamit sekarang, sampaikan pada Minnie aku pulang dulu” aku mengantar Tiffany sampai Lobby dimana kekasih dan teman-temannya sudah menunggu.

“Annyeong Eunjung-ssi” pamit mereka bersamaan, aku hanya membungkukan badanku dan pergi setelah mereka hilang dari pandanganku.

“Dia sedang menunggumu, kembali lah ke kamarnya” aku kaget mendengar suara Gyuri yang mendadak sudah ada disampingku.
“Ya! kau mengagetkanku. Gomawo Gyuri-ah” aku berinisiatif mengantarkannya ke parkiran namun dia mencegahku.

“Tidak perlu mengantarku, kau temui Hyomin saja” mau tidak mau aku memang harus menemui Hyomin segera.

“Baiklah, kau berhati-hatilah” dengan segera aku menuju kamar Hyomin.

Aku mendapati kekasihku seperti menungguku dan menunjukan senyuman khasnya yang kadang seperti anak kecil itu, aku mendekat padanya dan aku acak rambutnya juga menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, aku lirik makanan yang belum habis dia makan.

“Kekasihku ini kenapa makanannya tidak dihabiskan? bukankah sudah disuapi oleh teman lama?” ledekku padanya.

“Ehmm..untuk apa dihabiskan jika kekasihku datang membawa makanan untukku? dan aku yakin dia akan menyuapiku dengan kebawelannya agar aku menghabiskan makan yang dia bawa” aku terkekeh mendengarnya dengan manja sambil bergelayutan dilenganku.

“Omooo…manjanya” aku kecup bibirnya dengan kilat yang membuatnya tersipu. “Ingin makan?” dia mengangguk, aku mengambil makanan yang aku beli tadi dan mulai menyuapinya.

“Cepat pulang ke dorm Sayang, aku merindukanmu” ucapku padanya, Hyomin memiringkan kepalanya untuk menatapku.

“Jadi kau hanya merindukanku jika di dorm saja huh?”.

“Anniya, aku rindu dipeluk olehmu. Ranjang rumah sakit tidak cukup lebar untuk kita berdua” Hyomin hampir tersedak mendengar ucapanku ini.

“Yaaaa! Kau ini, kenapa mengarah ke hal itu? Bukan kah kemarin tidak masalah untuk kita berdua “bermain” disini?”

“Kemarin kapan?Jinjja aku melakukannya eoh?” aku rasakan sentilan tangannya di dahiku, dia memasang wajah kesalnya, sungguh membuatku tidak bisa berhenti tertawa.

“Berani-beraninya kau melupakan hal itu huh” hahaha jinjja gadis ini hahhh aku tidak bisa berkata apapun jika dia memasang wajah seperti ini, pura-pura kesal karena ingin dimanja.
———

-Author POV-

“Guys, kita harus benar-benar ekstra keras untuk latihan dalam album ini, aku dengar dari Oppa kita akan segera promo di Jepang. Hyomin, apa kau sudah oke jika ikut latihan?” Leader mereka angkat bicara saat di ruang tengah.

“Ne Unnie aku sudah siap” jawab Hyomin mantap.

“Oke, jadi aku mohon kerjasama kalian”.

“Pasti Unnie” jawab semua member.

“Baiklah kalau begitu kita istirahat sekarang, agar besok kita maksimal saat latihan” ajaknya pada semua member, Soyeon beranjak dan mengajak Boram untuk istirahat, begitu juga yang lain.

“Kalian duluan saja, aku akan menyusul nanti” member lain menghentikan langkahnya saat Hyomin tidak ingin kembali ke kamarnya, semua saling pandang satu sama lain “Eunjung-ah, apa bisa kita bicara sebentar sebelum kau kembali ke kamarmu?” tatapan secret person sangat terlihat jelas di mata Eunjung, seakan ingin mengetahui ada apa diantara Hyomin dan Eunjung. Eunjung hanya menggelangkan kepala karena dia juga tidak tau apa yang terjadi, satu uapan sebagai kekesalannya karena mengetahui hal yang akan terjadi diantara mereka berdua.

“Hoaaamm…baiklah kajja kita istirahat dulu, biarkan pasangan eunmin menghabiskan waktu mereka disini.” Ajaknya pada yang lain, Hwayoung memicingkan matanya sedikit heran dengan ajakan sang secret person itu, begitu juga yang lain terlihat heran.
Eunjung menghampiri Hyomin yang sedari tadi tiduran di sofa, dia memilih duduk di bawah dan menyandarkan kepalanya di perut Hyomin.

“Apa yang ingin kau bicarakan Minnie-ah?” tanyanya pada Hyomin yang memainkan rambut Eunjung, namun pandangan Hyomin tertuju pada langit-langit ruang tengah, masih diam. Eunjung merasa tidak nyaman dengan sikap Hyomin yang diam sedari tadi, dia mengambil duduk di sofa dan memandang Hyomin “Kau kenapa Sayang? Kenapa tidak menjawabku?” mendengar suara hal itu Hyomin menatap kekasihnya.

“Eunjung-ah katakan padaku kebohongan apa yang sedang kau sembunyikan dariku?” pandangan Hyomin masih tetap tak mau pergi dari Eunjung.

“Aku-” ucapannya tertahan saat salah satu membernya bergabung diantara mereka.

“Mianhae aku mengganggu kalian, tapi apa tidak sebaiknya obrolan kalian diteruskan besok? Kita besok sudah harus latihan” ucapnya pada Eunjung dan Hyomin, lega bagi Eunjung karena yeoja itu tepat datang saat Hyomin menanyakan hal yang sudah Eunjung ketahui kemana Hyomin akan bicara. Gyuri memberitahukan jika Hyomin menanyakan mengenai hari itu dan dugaan Eunjung tepat, pasti kekasihnya akan menanyakan hal yang Eunjung sembunyikan.

“Yaaa kau mengganggu saja, huft..baiklah aku akan tidur sekarang” dengan wajah yang sedikit kecewa Hyomin meninggalkan Eunjung dan satu membernya.

“Kau datang di waktu yang tepat girl, thanks anyways.” Eunjung tersenyum pada secret personnya. Yeoja itu justru balik memandang Eunjung dengan tatapan sinis.

“Aku hanya tidak ingin dia ikut terseret dalam permainan ini, bagaimana bisa The Devil datang saat kau dan Gyuri sedang bersama? Untung saja Gyuri tidak tau apa yang kau alami jika dia tau pastilah dia akan mengadu pada Hyomin.” Satu membernya itu lebih memilih duduk di sofa yang berbeda dari Eunjung. Dia membuka macbook yang dibawanya mencari sebuah kata “GRIOTS” helaan nafas terdengar, menandakan dia frustasi. “Apa Gyuri yang akan jadi sasaran berikutnya?”.

“Aku rasa bukan, memang awalnya aku berpikir Gyurilah sasaran berikutnya mengingat dia sudah berhasil menyerang Taecyeon yang menjadi Jewelry Boxku. Tapi, aku berpikir kembali, dia hanya menggunakan kesempatan saat aku dan Gyuri bersama agar aku mengira Gyurilah sasaran berikutnya dan dia bebas menyerang “GRIOTS” itu.” Satu membernya menatap Eunjung tak percaya.

“Lalu kau sendiri sudah tau apa makna GRIOTS itu sendiri huh?” tanyanya penuh sarkatis.

“Aku belum mengetahuinya, yang jelas maknanya adalah seseorang dan itu adalah member kita sendiri, bisa jadi adalah kau nona hahaha” lemparan bantal mengenai tepat di muka Eunjung namun Eunjung semakin tertawa melihat wajah secret personnya.

“Yaaaaa kau jangan menakutiku” teriaknya pada Eunjung.

“Aku tidak menakutimu namun ini persepsiku, karena kau satu-satunya orang yang tau kalau aku diancam The Devil. Jadi aku mohon kau berhati-hatilah, ada seseorang yang sudah sedikit curiga padamu, apa kau tidak menyadarinya huh?”.

“Maksudmu? Member kita sudah mulai curiga? Bagaimana kau tau?” dia sangat penasaran bagaimana Eunjung tau.

“Kau ingat saat kau tidak jadi masuk ke kamar Hyomin waktu di rumah sakit? Saat kita latihan bukankah dia sangat menghawatirkanmu karena kau tidak dijumpainya di dorm? Kau tidak kembali ke dorm huh dan lebih memilih ke dorm 5dolls?” satu membernya kembali mengingat apa yang Eunjung katakan, ketika dia akan menjenguk Hyomin memastikan apa Eunjung sudah datang, namun niatnya tidak jadi saat melihat Eunjung sedang bersama Hyomin. Dia lebih memilih tidak kembali ke dorm karena sudah terlalu pagi dan memutuskan ke dorm 5dolls.
————-

-Hyomin POV-

Sebenarnya apa yang Eunjung sembunyikan dariku? Apa yang dia takutkan akan hubungan kita? Haruskan aku menanyakan hal ini lagi? Aku yakin memang ada suatu hal yang dia sembunyikan dariku. Mungkin aku akan kembali mempertanyakan hal ini tapi tidak untuk sekarang. Aku lihat semua sudah berkumpul di ruang latihan hanya Eunjung dan Jiyeon yang belum datang. Aku rasa Jiyeon masih mengurus jadwal syutingnya itu.

Orang yang aku tunggu tidak lama datang, memberikan senyum yang selalu membuatku terpesona, tidak aku sangka dia menddekat padaku. Dia kembali dengan sikapnya yang romantis, memberiku sebuah buket bunga dan memberiku sebuah hadiah yang menurutku luar biasa, tidak aku pungkiri bahwa aku masih mencintainya, Oh tidak lebih tepatnya aku memang mencintainya.

“Untuk apa semua ini?” tanyaku malu.

“Untukumu Minnie-ah, sudah lama aku tidak memberikan ini padamu bukan? Waktu dimana aku menunggumu adalah waktu dimana hari jadi kita dan aku sudah membuang buket bunga yang aku bawa untukmu, ini sebagai gantinya dan boneka teddy ini aku berikan agar kau menemukan makna apa yang ada di boneka ini sebagai ungkapan perasaanku padamu. Minnie-ah yang ingin kau tanyakan semalam tidak bisa aku jawab sekarang karena aku butuh waktu untuk itu, jadi bisakah kau bersabar untukku?” apa yang dia katakan? Aku justru tidak paham apa yang Eunjung katakan, Eunjung menggenggam erat tanganku dan bahkan ini erat sekali tidak seperti sebelum-sebelumnya “Boneka Teddy ini yang akan menemanimu saat jadwal kita tidak bersamaan, aku tidak ingin kau selalu dengan Mickeymu itu, membuatku iri saja” aku tempelkan dahiku di dahinya saking gemasnya melihat dia.

“Kau itu selalu bisa membuatku menjadi yang terspecial Sayang. Baiklah aku akan bersamanya selalu jika kau sibuk dengan jadwalmu, tapi tidak kah ini sangat kecil?” aku kecup keningnya dengan sayang.

“Jika sudah saatnya kau akan tau kenapa aku kasih yang kecil” dia balik mencium keningku. Meskipun ini bukan kali pertama dia memperlakukanku seperti ini namun bagiku ini hal yang tidak akan pernah aku lupa.

Dia menghentikan kecupannya saat aku lihat Jiyeon baru datang ke ruang latihan dengan wajah yang bisa dibilang sangat lelah.
“Yaaa kau kenapa baru datang? Kemana saja?” semua memberku melihat Hwayoung.

“Apa urusannya denganmu? Bukankah kau tidak mau lagi berbicara denganku huh?” aku yakin mereka berdua masih dengan kondisi yang sama dan belum membaik.

“Kau- apa maksud ucapanmu itu? Kau bilang aku apa?”

“Sudahlah Hwayoung aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu” tidak aku sangka Jiyeon melontarkan kata itu, bukankah selama ini dia yang selalu ingin menyelesaikan masalah diantara mereka?.

“Aku menghawatirkanmu lebih dari nyawaku sendiri, Park Jiyeon” ucapannya terhenti “Jadi salah jika aku menunggumu karena kau belum datang?” sepertinya akan ada drama diantara mereka, aku menggenggam erat tangan Eunjung, dia menepuk punggung tanganku agar tidak khawatir.

“Jika kau menghawatirkanku kenapa akhir-akhir ini kau mengacuhkanku, kenapa kau lebih dekat dengan-“ aku menunggu perkataan Jiyeon yang terhenti dan memandang ke arah Ahreum.

“Dengan Ahreum maksudmu huh? Jadi kedekatanku dengannya masalah buatmu? Lalu apa bedanya dengan kedekatanmu dengan Qri Unnie akhir-akhir ini?” namanya disebut membuat Qri Unnie yang sedari tadi duduk seketika berdiri dan melangkah ke arah Hwayoung dan Jiyeon. Aku merasakan Eunjung juga sudah ingin menghentikan Qri Unnie namun terlambat, Soyeon Unnie lebih dulu menghetikan langkah Qri Unnie. Ahreum merasa kaget dengan ucapan Hwayoung dan dengan cepat aku lihat Boram Unnie mengahampiri Ahreum, mencoba mengatakan agar tidak usah khwatir.

“Apa sudah selesai pertengkaran rumah tangga di ruang latihan ini?” Leaderku membuka suaranya “Waktu latihan kita akan habis jika kalian masih adu mulut seperi ini” dengan sabar Soyeon Unnie mencoba berbicara baik-baik. “Apa bisa kita mulai sekarang latihan kita?” kami semua hanya mengangguk dan memulai latihan hari ini.
——–

-Author POV-

Eunjung memutuskan tidak kembali ke dorm setelah selesai latihan di gedung CCM hari ini, dia masih terdiam dengan sendirinya di ruang latihan ,berpikir mengenai “GRIOTS” dia mencoba berpikir keras akan teka-teki yang The Devil tinggalkan.
“Aku harus bisa memecahkan teka-teki ini dengan cepat, feelingku mengatakan dia akan menemukan sasaran berikutnya” Eunjung bicara pada dirinya sendiri sambil memainkan pulpen ditangannya, dia putuskan memutar mp3 dari tabletnya “Apa ini berkaitan dengan musik? Kalau iya apa arti GRIOTS itu sendiri?” Eunjung menutup matanya nampak berpikir dan seketika dia berdiri dan lari ke luar ruangan, menjalankan mobilnya dengan tergesa-gesa. Dia mendial nomor yang sangat familiar.

“Tolong bergerak cepat!!!!Hyominlah yang jadi sasaran, tolong lindungi dia, aku segera ke dorm secepat mungkin, jangan biarkan dia kemana-mana sebelum aku kembali ke dorm” kali ini Eunjung seperti seorang pembalap melarikan mobilnya meski jalanan padat, namun dia tidak peduli. GRIOTS! dia berpikir lagi. “Shit GRIOTS adalah Rapper, jadi benar sasarannya adalah Hyomin” Eunjung makin ingin kembali ke dorm, namun dia menghentikan mobilnya secara tiba-tiba “Tunggu dulu, benarkah Hyomin? Rapper dalam groupku masih ada aku dan Hwayoung dan dia sudah merusak mobilku saat aku dan Gyuri, jadi bukanlah aku. Dia juga menuliskan kata GRIOTS di fotoku dan Hyomin, itu berarti dia memberitauku bahwa bukan aku ataupun Hyomin, jadi GRIOTS dalam hal ini adalah Ryu Hwayoung?????” Eunjung memukul stir mobilnya karena kesal, mencoba menjalankannya kembali namun sayang kali ini rambu lalu lintas menandakan “merah” yang otomatis semua kendaraan berhenti, tanpa pikir panjang Eunjung keluar dari mobilnya dan berlari, berlari dan terus berlari kearah dorm. Sambil berlari dia mencoba menghubungi satu membernyanya.

“Dimana Hwayoung? Apa dia di dorm?” teriak Eunjung pada salah satu membernya.

“Yaaa kau kenapa? Kenapa menanyakan Hwayoung?” secret personnya makin panik.

“Bukan Hyomin sasaran berikutnya namun Hwayoung!!!” teriak Eunjung pada ponselnya, dia tidak peduli menabrak beberapa pejalan kaki, Eunjung masih terus berlari.

“Mwo?????kenapa Hwayoung?” tanya satu membernya lagi masih pensaran dan kini suaranya bergetar menahan takut.

“Jangan banyak bicara, katakan padaku apa dia di dorm??”

“Dia barusan pergi dengan mobilnya” membernya terdengar takut sekali menjawab pertanyaan Eunjung.

“Kau bilang apa? Mobil apa?”

“Mobilnya! Dia membeli mobil tanpa sepengetahuan kita, aku tau dari Unnienya saat aku di dorm 5dolls”

“Oh GOD aku harus mencarinya kemana jika dia pergi????coba terus kau menghubunginya aku akan mencarinya” Eunjung menutup panggilannya dan berlari kearah lain mencoba mencari Hwayoung.

Dengan penuh emosi Hwayoung melajukan mobilnya dengan full speed, dia sengaja membeli mobil pribadinya dengan diam-diam karena dia tau akan sulit mengendarainya jika pihak manajemen tau, dan juga karena Unnienya tidak mengijinkan dia bermain dengan mobilnya terlebih dulu. Hwayoung memikirkan pertengkaran-pertengkarannya yang sering terjadi antara dia dan Jiyeon.

Di kawasan Distrik Dongdaemun Hwayoung makin menginjak pedal gas dengan cepatnya hingga dia menyadari kecepatannya sudah penuh, menginjak pedal rem, namun dia sangat panik saat rem nya blong, mobilnya masih melaju dengan kencangnya yang kini menjadi oleng karena kepanikan Hwayoung, namun Hwayoung masih bisa menghindari kendaraan lain yang didepan dengan melajukan zig zag mobilnya. Karena panik dia membanting stirnya ke kiri dan—-

BRAKKKKKKKK

————-BERSAMBUNG————-

P.S. semoga ini cukup panjang hehe…supaya yg kangen ama ini epep terpuaskan, keknya sih gak puas ya?hahayyy…well, sori kalo apdetnya telat bdg..yg penting gak nyampe 1 bulan kan yaa hehe…oke, sudah terjawab kan teka tekinya? Yg kemarin nebak Hwayoung adalah sasaran berikutnya adakah? Wkwkwk
Note : GRIOTS = cerita berirama yang dimainkan dengan drum dengan kecepatan lebih lama dan jarang ada instrumennya, yang dikenal dengan RAP/hip hop. GRIOTS adalah sebutan untuk masyarakat Afrika Barat.

Thx bwt readers setia yg sangat ak sayang dan ak tau siapa-siapanya hahaha tetap kasih like en komen ya guys, bwt siders no comment dah